PATI, redaksinusantara.id – Kondisi siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong mendapat perhatian serius dari Komisi D DPRD Kabupaten Pati. Tingkat keluhan yang dialami para siswa diketahui berbeda-beda, mulai dari gejala ringan hingga membutuhkan penanganan medis lebih intensif.
Hal tersebut terungkap saat Komisi D melakukan pemantauan langsung di RSUD RAA Soewondo Pati, Kamis (10/9/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat perkembangan siswa yang masih menjalani perawatan.
Anggota Komisi D DPRD Pati, Yoga Dermawan, mengatakan pihaknya menemukan kondisi pasien yang cukup beragam. Bahkan, terdapat siswa yang membutuhkan bantuan oksigen karena kondisinya cukup berat.
“Ada yang tadi sampai dioksigen bahkan sampai agak tidak sadar,” ungkap Yoga.
Menurutnya, perbedaan tingkat keluhan tersebut kemungkinan turut dipengaruhi oleh kondisi fisik masing-masing siswa. Karena itu, penanganan terhadap setiap pasien perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan medisnya.
“Ini karena mungkin kondisi fisik masing-masing anak berbeda-beda,” ujarnya.
Yoga menilai pemantauan langsung ke rumah sakit penting untuk mengetahui perkembangan kesehatan siswa sekaligus memastikan mereka memperoleh pelayanan medis yang diperlukan.
Dalam kunjungan tersebut, Yoga bersama Wakil Ketua Komisi D Endah Sri Wahyuningati serta anggota lainnya, Suhartini, Adhi Pamungkas, dan Maulana Adika Prastya, turut melihat kondisi para siswa yang masih mendapatkan perawatan.
Komisi D DPRD Pati memastikan perhatian terhadap para siswa tidak berhenti pada saat penanganan awal. Perkembangan kondisi mereka akan terus dipantau hingga seluruh pasien mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan dan dinyatakan pulih oleh tim medis.
(ADV)





















